Pages

Subscribe:

Kamis, 07 Februari 2013

server web

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Server web atau peladen web dapat merujuk baik pada perangkat keras ataupun perangkat lunak yang menyediakan layanan akses kepada pengguna melalui protokol komunikasi HTTP atau HTTPS atas berkas-berkas yang terdapat pada suatu situs web dalam layanan ke pengguna dengan menggunakan aplikasi tertentu seperti peramban web.[1]
Penggunaan paling umum server web adalah untuk menempatkan situs web, namun pada prakteknya penggunaannya diperluas sebagai tempat peyimpanan data ataupun untuk menjalankan sejumlah aplikasi kelas bisnis.
Daftar isi
•    1 Definisi
•    2 Sejarah
•    3 Lihat pula
•    4 Rujukan

Definisi
Fungsi utama sebuah server web adalah untuk mentransfer berkas atas permintaan pengguna melalui protokol komunikasi yang telah ditentukan. Disebabkan sebuah halaman web dapat terdiri atas berkas teks, gambar, video, dan lainnya pemanfaatan server web berfungsi pula untuk mentransfer seluruh aspek pemberkasan dalam sebuah halaman web yang terkait; termasuk di dalamnya teks, gambar, video, atau lainnya.
Pengguna, biasanya melalui aplikasi pengguna seperti peramban web, meminta layanan atas berkas ataupun halaman web yang terdapat pada sebuah server web, kemudian server sebagai manajer layanan tersebut akan merespon balik dengan mengirimkan halaman dan berkas-berkas pendukung yang dibutuhkan, atau menolak permintaan tersebut jika halaman yang diminta tidak tersedia.
saat ini umumnya server web telah dilengkapi pula dengan mesin penerjemah bahasa skrip yang memungkinkan server web menyediakan layanan situs web dinamis dengan memanfaatkan pustaka tambahan seperti PHP, ASP.
Pemanfaatan server web saat ini tidak terbatas hanya untuk publikasi situs web dalam World Wide Web, pada prakteknya server web banyak pula digunakan dalam perangkat-perangkat keras lain seperti printer, router, kamera web yang menyediakan akses layanan http dalam jaringan lokal yang ditujukan untuk menyediakan perangkat manajemen serta mempermudah peninjauan atas perangkat keras tersebut.
Sejarah
Tahun 1989, Tim Berners-Lee mengajukan pada perusahaannya, CERN (European Organization for Nuclear Research) sebuah proyek yang bertujuan untuk mempermudah pertukaran informasi antar para peneliti dengan menggunakan sistem hiperteks. Sebagai hasil atas implementasi proyek ini, tahun 1990 Berners-Lee menulis dua program komputer:
•    sebuah peramban yang dinamainya sebagai WorldWideWeb;
•    server web pertama di dunia, yang kemudian dikenal sebagai CERN httpd, yang berjalan pada sistem operasi NeXTSTEP.
Dari tahun 1991 hingga 1994, kesederhanaan serta efektifitas atas teknologi yang digunakan untuk berkunjung serta bertukar data melalui Waring Wera Wanua membuat kedua aplikasi tersebut diadopsi pada sejumlah sistem operasi agar dapat digunakan oleh lebih banyak individu, ataupun kelompok. Awalnya adalah organisasi penelitian, kemudian berkembang dan digunakan di lingkungan pendidikan tinggi, dan akhirnya digunakan dalam industri bisnis.
Tahun 1994, Tim Berners-Lee memutuskan untuk membakukan organisasi World Wide Web Consortium (W3C) untuk mengatur pengembangan-pengembangan lanjut atas teknologi-teknologi terkait lainnya (HTTP, HTML, dan lain-lain) melalui proses standardisas
Sejarah Apache Web Server
| 0 comments ]
Apache ini dibuat versi pertamanya oleh Robert Mc Cool — yang terlibat di NCSA– padatahun 1996. Ditulis dalam bahasa C, perkembangannya dilakukan bersama rekan-rekan melalui email. Dia mengerjakan proyek itu bersama Apache groupnya : Brian Behlendorf, Roy T. Fielding, Rob Hartill, David Robinson, Cliff Skolnick, Randy Terbush, Robert S. Thau, Andrew Wilson, Eric Hagberg, Frank Peters and Nicolas Pioch.
Kenapa diberi nama Apache? Kata yang mendirikan karena pertama mereka ingin menghargai penduduk asli Amerika Indian Apache yang dikenal ketahanan dan skilnya saat perang, dan kedua karena akar proyek si apche ini merupakan sebuah ‘a patchy server’. Alasan kedua sebenarnya dengan hoki ditemukan. Apache dikembangkan oleh komunitas terbuka yang di bawahi oleh Apache Software Foundation. Aplikasinya dapat digunakan untuk OS yang beragam( tidak bergantung pada vendor tertentu (cross platform)), sebut saja UNIX, FreeBSD, Linux, Novell netware, MacOS X, Windows.
Kelebihan dan kekurangan Apache
Web server Apache mempunyai kelebihan dari beberapa pertimbangan di atas :

1. Apache termasuk dalam kategori freeware.
2. Apache mudah sekali proses instalasinya jika dibanding web server lainnya seperti NCSA, IIS, dan lain-lain.
3. Mampu beroperasi pada berbagai paltform sistem operasi.
4. Mudah mengatur konfigurasinya. Apache mempunyai hanya empat file konfigurasi.
5. Mudah dalam menambahkan peripheral lainnya ke dalam platform web servernya.
Fasilitas atau ciri khas dari web server Apache adalah :

1. Dapat dijadikan pengganti bagi NCSA web server.
2. Perbaikan terhadap kerusakan dan error pada NCSA 1.3 dan 1.4.
3. Apache merespon web client sangat cepat jauh melebihi NCSA.
4. Mampu di kopilasi sesuai dengan spesifikasi HTTP yang sekarang.
5. Apache menyediakan feature untuk multihomed dan virtual server.
6. Kita dapat menetapkan respon error yang akan dikirim web server dengan menggunkan file atau skrip.
7. Server apache dapat otomatis berkomunikasi dengan client browsernya untuk menampilkan tampilan terbaik pada client browsernya. Misalnya, browser ingin menampilkan dalam bahasa spanyol, maka web server apache otomatis mencari dalam servicenya halaman-halaman dengan bahasa spanyol.
8. Web server Apache secara otomatis menjalankan file index.html, halaman utamanya, untuk ditampilkan secara otomatis pada clientnya.
9. Web server Apache mempunyai level-level pengamanan.
10. Apache mempunyai komponen dasar terbanyak di antara web server lain.
11. Ditinjau dari segi sejarah perkembangan dan prospeknya, Apache web server mempunyai prospek yang cerah. Apache berasal dari web server NCSA yang kemudian dikembangkan karena NCSA masih mempunyai kekurangan di bidang kompatibilitasnya dengan sistim operasi lain. Sampai saat ini, web server Apache terus dikembangkan oleh tim dari apache.org.
12. Performasi dan konsumsi sumber daya dari web server Apache tidak terlalu banyak, hanya sekitar 20 MB untuk file-file dasarnya dan setiap daemonnya hanya memerlukan sekitar 950 KB memory per child.

13. Mendukung transaksi yang aman (secure transaction) menggunakan SSL (secure socket layer).
14. Mempunyai dukungan teknis melalui web.
15. mempunyai kompatibilitas platform yang tinggi.
16.mendukung third party berupa modul-modul tambahan.

Kekuranga Apache :

Setelah anda mengetahui beberapa kelebihan dari Apache, maka kali ini saya akan menjelaskan tentang beberapa kekurangan dari Apache, beberapa kekurangan dari Apache adalah :

1. web server Apache tidak memiliki kemampuan mengatur load seperti IIS, sehingga akan terus mem-fork proses baru hingga nilai MaxClients tercapai atau hingga batas yang diizinkan oleh OS. Ini tentunya menguntungkan penyerang karena habisnya RAM akan lebih cepat tercapai.

2. Apache tidak memproses karakter kutip dalam string Referrer dan User-Agent yang dikirimkan oleh Client. Ini berarti Client dapat memformulasi inputnya secara hati-hati untuk merusak format baris log akses
.
3. Terganggunya proses upload data, yang bisa menyebabkan software salah dalam menerjemahkan ukuran data yang masuk. Dengan celah tersebut, hacker dikabarkan dapat mengeksploitasi kerentanan dengan cara mengirimkan request pada server Apache bersangkutan. Versi yang cacat tersebut adalah seluruh generasi Apache 1.3 dan versi 2 hingga 2.0.36. Server yang diserang hacker memanfaatkan kelemahan ini akan mengalami DoS, alias server itu tak bisa diakses. Dalam sejumlah kasus, penyerangnya dapat menjalankan pilihan kodenya.
Created by d'za
Web server can refer to either the hardware (the computer) or the software (the computer application) that helps to deliver Web content that can be accessed through the Internet.[1]
The most common use of web servers is to host websites, but there are other uses such as gaming[citation needed], data storage[citation needed] or running enterprise applications[citation needed].

Contents

Overview

The primary function of a web server is to deliver web pages on the request to clients using the Hypertext Transfer Protocol (HTTP). This means delivery of HTML documents and any additional content that may be included by a document, such as images, style sheets and scripts.
A user agent, commonly a web browser or web crawler, initiates communication by making a request for a specific resource using HTTP and the server responds with the content of that resource or an error message if unable to do so. The resource is typically a real file on the server's secondary storage, but this is not necessarily the case and depends on how the web server is implemented.
While the primary function is to serve content, a full implementation of HTTP also includes ways of receiving content from clients. This feature is used for submitting web forms, including uploading of files.
Many generic web servers also support server-side scripting using Active Server Pages (ASP), PHP, or other scripting languages. This means that the behaviour of the web server can be scripted in separate files, while the actual server software remains unchanged. Usually, this function is used to create HTML documents dynamically ("on-the-fly") as opposed to returning static documents. The former is primarily used for retrieving and/or modifying information from databases. The latter is typically much faster and more easily cached.
Web servers are not always used for serving the World Wide Web. They can also be found embedded in devices such as printers, routers, webcams and serving only a local network. The web server may then be used as a part of a system for monitoring and/or administering the device in question. This usually means that no additional software has to be installed on the client computer, since only a web browser is required (which now is included with most operating systems).

History

The world's first web server, a NeXT Computer workstation with Ethernet, 1990, the case label reads: "This machine is a server. DO NOT POWER IT DOWN!!"
In 1989 Tim Berners-Lee proposed a new project to his employer CERN, with the goal of easing the exchange of information between scientists by using a hypertext system. The project resulted in Berners-Lee writing two programs in 1990:
Between 1991 and 1994, the simplicity and effectiveness of early technologies used to surf and exchange data through the World Wide Web helped to port them to many different operating systems and spread their use among scientific organizations and universities, and then to industry.
In 1994 Tim Berners-Lee decided to constitute the World Wide Web Consortium (W3C) to regulate the further development of the many technologies involved (HTTP, HTML, etc.) through a standardization process.

Common features

Path translation

Web servers are able to map the path component of a Uniform Resource Locator (URL) into:
  • A local file system resource (for static requests)
  • An internal or external program name (for dynamic requests)
For a static request the URL path specified by the client is relative to the web server's root directory.
Consider the following URL as it would be requested by a client:
http://www.example.com/path/file.html
The client's user agent will translate it into a connection to www.example.com with the following HTTP 1.1 request:
GET /path/file.html HTTP/1.1
Host: www.example.com
The web server on www.example.com will append the given path to the path of its root directory. On an Apache server, this is commonly /home/www (On Unix machines, usually /var/www). The result is the local file system resource:
/home/www/path/file.html
The web server then reads the file, if it exists and sends a response to the client's Web browser. The response will describe the content of the file and contain the file itself or an error message will return saying that the file does not exist or is unavailable.

Kernel-mode and user-mode web servers

A web server can be either implemented into the OS kernel, or in user space (like other regular applications).
An in-kernel web server (like TUX on GNU/Linux or Microsoft IIS on Windows) will usually work faster, because, as part of the system, it can directly use all the hardware resources it needs, such as non-paged memory, CPU time-slices, network adapters, or buffers.
Web servers that run in user-mode have to ask the system for permission to use more memory or more CPU resources. Not only do these requests to the kernel take time, but they are not always satisfied because the system reserves resources for its own usage and has the responsibility to share hardware resources with all the other running applications.
Also, applications cannot access the system's internal buffers, which causes useless buffer copies that create another handicap for user-mode web servers. As a consequence, the only way for a user-mode web server to match kernel-mode performance is to raise the quality of its code to much higher standards, similar to that of the code used in web servers that run in the kernel. This is a significant issue under Windows, where the user-mode overhead is about six times greater than that under Linux.[2]

Load limits

A web server (program) has defined load limits, because it can handle only a limited number of concurrent client connections (usually between 2 and 80,000, by default between 500 and 1,000) per IP address (and TCP port) and it can serve only a certain maximum number of requests per second depending on:
  • its own settings,
  • the HTTP request type,
  • whether the content is static or dynamic,
  • whether the content is cached, and
  • the hardware and software limitations of the OS of the computer on which the web server runs.
When a web server is near to or over its limits, it becomes unresponsive.

Causes of overload

At any time web servers can be overloaded because of:
  • Too much legitimate web traffic. Thousands or even millions of clients connecting to the web site in a short interval, e.g., Slashdot effect;
  • Distributed Denial of Service attacks. A denial-of-service attack (DoS attack) or distributed denial-of-service attack (DDoS attack) is an attempt to make a computer or network resource unavailable to its intended users;
  • Computer worms that sometimes cause abnormal traffic because of millions of infected computers (not coordinated among them);
  • XSS viruses can cause high traffic because of millions of infected browsers and/or web servers;
  • Internet bots. Traffic not filtered/limited on large web sites with very few resources (bandwidth, etc.);
  • Internet (network) slowdowns, so that client requests are served more slowly and the number of connections increases so much that server limits are reached;
  • Web servers (computers) partial unavailability. This can happen because of required or urgent maintenance or upgrade, hardware or software failures, back-end (e.g., database) failures, etc.; in these cases the remaining web servers get too much traffic and become overloaded.

Symptoms of overload

The symptoms of an overloaded web server are:
  • Requests are served with (possibly long) delays (from 1 second to a few hundred seconds).
  • The web server returns an HTTP error code, such as 500, 502, 503, 504, or 408, or even 404, which is inappropriate for an overload condition.
  • The web server refuses or resets (interrupts) TCP connections before it returns any content.
  • In very rare cases, the web server returns only a part of the requested content. This behavior can be considered a bug, even if it usually arises as a symptom of overload.

Anti-overload techniques

To partially overcome above load limits and to prevent overload, most popular Web sites use common techniques like:
  • managing network traffic, by using:
    • Firewalls to block unwanted traffic coming from bad IP sources or having bad patterns;
    • HTTP traffic managers to drop, redirect or rewrite requests having bad HTTP patterns;
    • Bandwidth management and traffic shaping, in order to smooth down peaks in network usage;
  • deploying Web cache techniques;
  • using different domain names to serve different (static and dynamic) content by separate web servers, i.e.:
    • http://images.example.com
    • http://www.example.com
  • using different domain names and/or computers to separate big files from small and medium sized files; the idea is to be able to fully cache small and medium sized files and to efficiently serve big or huge (over 10 - 1000 MB) files by using different settings;
  • using many web servers (programs) per computer, each one bound to its own network card and IP address;
  • using many web servers (computers) that are grouped together so that they act or are seen as one big web server (see also Load balancer);
  • adding more hardware resources (i.e. RAM, disks) to each computer;
  • tuning OS parameters for hardware capabilities and usage;
  • using more efficient computer programs for web servers, etc.;
  • using other workarounds, especially if dynamic content is involved.

Market share

Market share of major web servers
Below is the most recent statistics of the market share of the top web servers on the internet by Netcraft survey in July 2012.
Product Vendor Web Sites Hosted Percent
Apache Apache 409,185,675 61.45%
IIS Microsoft 97,385,377 14.62%
nginx NGINX, Inc. 73,833,173 11.09%
GWS Google 22,931,169 3.44%

See also



0 komentar:

Poskan Komentar